Insight

MEDITASI NAFAS

MEDITASI NAFAS

Setiap sore telah menjadi kegiatan yang rutin, setelah pelajaran membaca al-Qur’an selesai, anak- anak selalu mengajak meditasi ternyata mereka sudah keranjingan meditasi, karena mereka merasakan manfaatnya.

Panduan Meditasi Nafas:

1. Semuanya sekarang duduknya yang rileks dan santai, tapi tubuh harus tegap tidak boleh membungkuk.

2. Kedua tangan ditaruk di pangkuan dengan posisi kedua telapak tangan menghadap ke atas.

3. Pejamkan kedua mata, sebelum meditasi kita membaca niat dahulu:
“ Ilahi anta maqsudii waridhoka matlubii ‘atinii mahabbataka wa ma’rifataka”.

“Wahai Tuhanku hanya Engkaulah tujuanku, keridoan-Mu yang kudambakan, berikanlah kepadaku rasa kecintaan kepada-Mu dan Ma’rifat kepada-Mu.”

4. Sekarang fokuskan di kedua lubang hidung, rasakan keluar-masuknya nafas dengan secara alami, tidak usah ditahan atau ditarik, biarkan nafas yang keluar dan masuk lewat kedua lubang hidung dengan alami.

5. Ketika nafas masuk lewat hidung, di dalam hati membaca Hu……, ketika nafas keluar lewat hidung di dalam hati membaca Allah…….

6. Fokus saja terus di kedua lubang hidung, setiap ada gangguan apapun yang membuat konsentrasi buyar, kembali saja ke nafas masuk – keluar di lubang hidung.

7. Lama waktu meditasinya terserah anda.

8. Sebagai penutup dalam meditasi, kedua tangan anda diangkat dan hadapkan kedua telapak tangan ke depan, sambil berkata, “ Untuk semua makhluk semoga diberi cahaya oleh Allah. Alfateha…….

Lakukan setiap habis sholat magrib dan setelah sholat subuh. atau sesuaikan dengan kondisi waktu anda sendiri. waktu lama meditasinya terserah anda.

Setelah 25 menit meditasi, ada anak yang bertanya, “ Kenapa meditasinya dengan merasakan keluar-masuknya nafas…?”

Sayapun menjawab, “ Nafas itu talinya ruh, nafas adalah tanda seseorang hidup, jika seseorang sudah tidak bernafas, maka dia disebut mayyit. Sedangkan Ruh itu berasal dari Allah, nanti jika kalian sudah besar akan saya ajari lebih dalam.”

Ada anak lagi yang bertanya, “ Kenapa penutup meditasi tangan menghadap ke depan dan mendoakan kepada semua makhluk dengan membaca fateha…?”

Sayapun menjawab, “ Adik-adikku, Islam itu rohmatan lil alamin, maka kita juga harus berbuat baik kepada seluruh makhluk, cahaya dari meditasimu memancar ke seluruh alam semesta tanpa membeda-bedakan golongan.”

Diapun bertanya kembali, “ Kenapa kita tidak mendoakan hanya kepada orang Islam saja…?”

Sayapun menjawab, “ Adik-adiku apakah kalian melihat matahari, ketika bersinar apakah matahari hanya menyinari orang Islam saja, sedangkan yang lainnya tidak disinari…?!

Adik-adik dengan serentak menjawab, “Tidak….!”

“ Allah saja yang menciptakan Matahari tidak pernah membedakan dalam rahmat-Nya, begitu juga kita ummat-Nya harus kasih sayang sesama makhluk. Jadikanlah dalam setiap diri kita selalu memancarkan kasih sayang kepada semua makhluk. Jawabku.

“ Jika Cahaya di hati semakin terang memancar, maka semua kegelapan dalam jiwa akan sirna, maka jagalah Cahaya hati jangan sampai padam.”

 

Penulis artikel ini mas Cahaya Gusti pada halaman facebooknya: https://www.facebook.com/cahaya.gusti.5/posts/1005562646251421.

 

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Insight

More in Insight